Penipuan WO Ayu Puspita Meledak! 87 Korban Rugi Rp16 Miliar, Polisi Ambil Alih Semua Kasus

 


Kasus Penipuan WO Ayu Puspita Mencuat dan Makan Banyak Korban

Kasus dugaan penipuan Wedding Organizer PT Ayu Puspita Sejahtera kembali menyita perhatian publik setelah nilai kerugian yang dialami para korban mencapai kisaran Rp16 miliar.

Kepolisian mengungkapkan jumlah tersebut berasal dari sedikitnya 87 korban yang melaporkan kerugian di berbagai wilayah Jakarta.

Seorang pelapor di Polda Metro Jaya mengungkapkan kerugiannya mencapai Rp84 juta, sementara korban lain di Polres Metro Jakarta Utara merugi hingga Rp100 juta.

Polisi Ambil Alih Semua Laporan dari Tiga Wilayah Jakarta

Polda Metro Jaya memastikan seluruh laporan dari Jakarta Utara, Jakarta Timur, hingga Jakarta Selatan kini ditangani langsung oleh Ditreskrimum.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan pihaknya tengah mencocokkan seluruh bukti transfer yang masuk guna memastikan total kerugian yang valid.

Selain itu, pusat layanan korban juga sudah disiapkan untuk memudahkan pelaporan dan pendataan klien yang merasa dirugikan.

Modus: Fasilitas Tidak Disiapkan, Uang Sudah Lunas

Puluhan korban mengaku sudah melunasi biaya paket pernikahan, namun fasilitas yang dijanjikan tidak disediakan saat acara berlangsung.

Seorang korban bahkan melaporkan telah membayar Rp82,7 juta, namun saat hari resepsi, tidak ada fasilitas yang sesuai kontrak.

Polisi menyebut dugaan penipuan WO Ayu Puspita terjadi sejak April hingga Desember 2025.

Dua Tersangka Ditahan, Tiga Lainnya Menunggu Proses Lanjutan

Lima orang dari manajemen PT Ayu Puspita Sejahtera telah dilaporkan, dengan dua orang tersangka — APD dan DHP — sudah ditahan Polres Metro Jakarta Utara.

Tiga terlapor lainnya, yaitu HE, BDP, dan RR, masih menjalani gelar perkara di Polda Metro Jaya.

Para tersangka dijerat Pasal 378 dan/atau 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan.

Korban Terus Bertambah, Polisi Minta Semua Melapor

Kepolisian meminta setiap korban untuk melapor resmi agar data kerugian bisa dipastikan secara akurat dan proses hukum dapat berjalan maksimal.

Bukti transfer, chat WhatsApp, data catering, hingga dokumen panduan acara menjadi syarat utama pembuktian.

Kasus ini diprediksi masih berkembang karena jumlah korban terus bertambah dari hari ke hari.


Ayo bantu sebarkan informasi ini agar tidak ada lagi calon pengantin yang menjadi korban penipuan seperti ini.

Jangan lupa share artikel ini dan pantau update terbaru kasusnya di sini!

Lebih baru Lebih lama