Korban WO Ayu Puspita Masih Tak Puas Meski Sudah Ada Tersangka
Seorang korban dugaan penipuan wedding organizer Ayu Puspita bernama Helmi mengungkapkan bahwa ia belum merasa puas meski pihak kepolisian telah menetapkan beberapa orang sebagai tersangka.
Helmi menyebut penahanan tersebut merupakan langkah awal, namun ia ingin mengetahui sanksi apa yang akan dijatuhkan kepada Ayu dan timnya.
Acara Pernikahan Berjalan Tanpa Makanan di Ballroom
Helmi melangsungkan pernikahan pada 6 Desember 2025, tetapi makanan yang dijanjikan WO tidak pernah tiba hingga acara resepsi berlangsung.
Ratusan tamu yang hadir di ballroom tidak mendapatkan hidangan, membuat Helmi dan keluarga harus menerima situasi yang sangat memalukan di hari yang seharusnya menjadi momen bahagia.
Ia berharap Ayu mendapat hukuman maksimal karena banyak pasangan lain yang mengalami kerugian serupa.
Total Kerugian Diperkirakan Tembus Rp22 Miliar
Berdasarkan data Google Sheet yang diisi oleh para korban dan calon korban, Helmi menyebut terdapat setidaknya 87 pelapor dengan total kerugian mencapai Rp22 miliar.
Jumlah itu mencakup korban yang sudah menikah maupun yang masih dijadwalkan menikah hingga tahun 2026.
Helmi mengatakan bahwa kerugian terbesar baginya justru bersifat immateriel karena reputasi dan kenyamanan keluarga ikut terdampak.
Tak Ada Kecurigaan Saat Membeli Paket di Pameran Pernikahan
Paket pernikahan dibeli melalui perusahaan yang dikelola adik Ayu bernama Dimas, namun operasional tetap dipegang oleh Ayu.
Helmi tidak menemukan tanda-tanda mencurigakan karena transaksi dilakukan di pameran pernikahan Balai Kartini dan nama Ayu Puspita sudah cukup dikenal dengan status centang biru.
Ia membayar sekitar Rp158 juta untuk paket gedung, makanan, serta berbagai bonus mulai dari photobooth gratis hingga promo-promo tambahan.
Detik-detik Pengakuan Admin Bahwa Makanan Tidak Dikirim
Akad nikah sempat berjalan lancar meski makanan terlambat datang, yang saat itu masih dimaklumi karena area Gatot Subroto sering macet.
Namun mendekati resepsi, seorang admin WO memberi tahu bahwa makanan tidak dikirim sama sekali sehingga membuat situasi menjadi kacau.
Helmi mengatakan bahwa ia langsung panik karena ratusan tamu sudah menunggu hidangan yang tak kunjung ada.
Polda Metro Jaya Ambil Alih Penanganan Kasus
Kasus ini telah memicu perhatian publik setelah 87 korban resmi melapor ke Polres Metro Jakarta Utara atas dugaan penipuan dan penggelapan anggaran pernikahan.
Lima orang dari pihak WO telah diamankan untuk pemeriksaan lanjutan.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara menyebut pola dugaan penipuan terjadi karena paket pernikahan yang dijanjikan tidak pernah direalisasikan.
Saat ini penanganan kasus sudah dialihkan sepenuhnya ke Polda Metro Jaya untuk penyelidikan lanjutan.
Ikuti update terbaru kasus WO Ayu Puspita dengan klik share, tinggalkan komentar, dan bantu sebarkan agar calon pengantin lain lebih waspada.