Korban Bongkar Fakta Mengerikan WO Ayu Puspita: Makanan Datang Saat Tamu Pulang, Isinya Bikin Tercengang!

 


Skandal WO Ayu Puspita Kembali Mencuat

Kasus dugaan penipuan Wedding Organizer (WO) Ayu Puspita kembali menjadi sorotan setelah salah satu korban, Helmi, membeberkan pengalaman memalukan di hari pernikahannya.

Helmi mengungkap bahwa makanan untuk resepsi yang seharusnya menjadi bagian penting dari acara justru tidak muncul hingga tamu hampir seluruhnya pulang.

Ia menyebut makanan baru dikirim sekitar pukul 21.45 WIB, ketika suasana venue sudah sepi dan hanya ada beberapa orang yang masih bertahan.

Makanan Datang Terlambat dan Tidak Layak Konsumsi

Menurut Helmi, bukan hanya terlambat, tetapi makanan yang dikirim pihak WO juga tidak memenuhi standar layak konsumsi.

Ia mengatakan nasi hanya dikirim setengah termos, ayam dalam keadaan setengah matang, serta sayur sop yang dianggap tidak pantas untuk disajikan kepada tamu.

Helmi menyebut kondisi ini sangat menghina karena paket yang ia bayar mencapai Rp158 juta termasuk gedung dan katering.

WO Kabarnya Sudah Tahu Katering Tidak Dikirim

Helmi mengaku sempat dipanggil oleh salah satu admin WO yang memberitahukan bahwa katering ternyata tidak dikirim sama sekali.

Admin tersebut bahkan disebut ketakutan untuk menjelaskan situasi kepada keluarga kedua mempelai karena tekanan besar di lapangan.

Padahal prosesi akad sebelumnya berjalan lancar sehingga Helmi tidak menaruh curiga apa pun.

Pihak WO Beri Janji Ganti Rugi, Namun Tak Sebanding

Helmi menyebut pihak manajemen hanya menawarkan ganti rugi Rp1.000.000 dan berencana memesan katering tambahan secara mendadak.

Namun jumlah itu dianggap sangat kecil jika dibandingkan dengan kerugian materi maupun psikis yang dialami.

Helmi merasa iming-iming fasilitas tambahan dan berbagai promo dari WO sebelumnya membuat dirinya tidak curiga saat transaksi dilakukan.

Puluhan Korban Lain Juga Melapor

Kasus ini ternyata bukan satu-satunya.

Polda Metro Jaya telah menerima laporan dari 87 orang yang mengaku menjadi korban layanan WO Ayu Puspita.

Polisi sudah menangkap lima orang dari pihak WO untuk penyidikan lebih lanjut dan terus mendalami pola dugaan penipuan yang dilakukan.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, Onkoseno Grandiarso, menyebut bahwa WO menjanjikan berbagai paket mewah namun tidak merealisasikan layanan tersebut kepada klien.

Proses Hukum Masih Berjalan

Pihak kepolisian saat ini masih menelusuri kerugian total dan memastikan apakah ada unsur penggelapan, penipuan, atau tindakan lain yang melanggar hukum.

Beberapa klien juga melaporkan bahwa pihak WO sempat menghilang dan sulit dihubungi sejak kasus mencuat.

Call to Action

Ikuti terus update kasus WO Ayu Puspita, jangan lupa share artikel ini agar calon pengantin lain bisa lebih waspada dalam memilih wedding organizer.

Lebih baru Lebih lama